Home » Travel » Wahai Wisatawan, Jangan Jadikan Masyarakat Adat Sebagai Obyek

Wahai Wisatawan, Jangan Jadikan Masyarakat Adat Sebagai Obyek

JAKARTA, KOMPAS.com – Apakah yg Anda lakukan ketika berwisata ke daerah pedalaman Indonesia? Sekadar menikmati budaya lokal yg eksotis atau melebur bersama masyarakat adat? Karena beberapa hal ini adalah hal yg berbeda, saat Anda memperlakukan masyarakat adat sebagai subyek atau obyek.

“Kadang teman-teman di luar banyak yg kurang menghargai spiritual adat. Selama ini banyak wisatawan yg membuat masyarakat adat cuma sebagai komoditi saja. Sedikit banyak mulai mempengaruhi makna, nilai-nilai di baliknya” kata Annas Radin Syarif, Direktur dukungan komunitas dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara di Jakarta, Senin (8/8/2016). 

Menurut Annas, karena tuntutan wisatawan tidak jarang masyarakat adat yg justru menjadikan upacara adat sebagai sebuah settingan bukan lagi hal yg alami. Contohnya upacara panen padi yg harusnya belum dilakukan, menjadi lebih dulu dikerjakan bagi memenuhi permintaan wisatawan. 

“Karena masyarakat luar melihat itu sebagai sebuah tontonan saja, obyek fotografi. Padahal ada nilai-nilai yg mampu digali. Jangan jadikan tontonan tetapi jadikan tuntunan,” kata Annas.

Menurut Annas, saat wisatawan berusaha melebur, menghargai nilai budaya masyarakat adat, maka wisatawan mulai mempelajari nilai-nilai luhur dari masyarakat adat yg bisa diterapkan dalam kehidupan. Selain itu juga mulai mengangkat harkat martabat masyarakat adat sendiri.

Indonesia selain kaya mulai sumber daya alam, juga kaya mulai sumber daya manusia, dan adat istiadat. Menurut Badan Resgistrasi Wilayah Adat (BRSWA) ketika ini di Indonesia ada lebih dari 900 wilayah adat yg terdaftar, dengan sesuatu wilayah adat terdapat sesuatu sampai tiga suku. Masing-masing suku memiliki kearifan lokal yg bisa menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.  

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter