Home » Travel » Tak Selamanya Pesawat “Delay” Adalah Kesalahan Maskapai

Tak Selamanya Pesawat “Delay” Adalah Kesalahan Maskapai

JAKARTA, KOMPAS.com – Delay alias penundaan keberangkatan pesawat cukup kadang terjadi di Indonesia, terutama di bandara-bandara besar. Banyak penumpang menyalahkan maskapai atas penundaan atau pembatalan penerbangan.

Padahal, tidak selamanya pesawat delay adalah kesalahan maskapai. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Republik Indonesia No 89 Tahun 2015.

(Baca juga: Pesawat Anda Terkena “Delay”, Berapa Kompensasinya?)

“PM 89 Tahun 2015 juga membahas penanganan keterlambatan penerbangan yg terbagi menjadi dua kategori,” tutur Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Pamurahardjo ketika dihubungi KompasTravel, Senin (8/8/2016).

PM 89 Tahun 2015 menjelaskan tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) Pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal d Indonesia. Pada Bab III, dijelaskan tentang Faktor Penyebab Keterlambatan.

Mengutip situs Kementerian Perhubungan, ada empat faktor yg menyebabkan keterlambatan penerbangan. Tak cuma maskapai, penundaan keberangkatan pesawat juga mampu diakibatkan oleh faktor teknis operasional sampai cuaca. Berikut daftarnya yg terhimpun dalam Pasal 5 PM 89 Tahun 2015.

Manajemen airline 

Faktor manajemen airline adalah faktor yg disebabkan oleh maskapai penerbangan, meliputi:

a. Keterlambatan pilot, co pilot, dan awak kabin

b. Keterlambatan jasa boga (catering)

c. Keterlambatan penanganan di darat

d. Menunggu penumpang, baik yg baru melapor (check in), pindah pesawat (transfer), atau penerbangan lanjutan (connecting flight)

e. Ketidaksiapan pesawat udara. 

Faktor teknis operasional

Faktor teknis operasional adalah faktor yg disebabkan oleh keadaan bandar udara pada ketika keberangkatan atau kedatangan, meliputi:

a. Bandar udara bagi keberangkatan dan tujuan tak mampu digunakan operasional pesawat udara

b. Lingkungan menuju bandar udara atau landasan terganggu fungsinya misalnya retak, banjir, atau kebakaran

c. Terjadi antrean pesawat udara lepas landas (take off), mendarat (landing), atau alokasi waktu keberangkatan (departure slot time) di bandar udara

d. Keterlambatan pengisian bahan bakar (refuelling).

Faktor cuaca

Faktor gangguan cuaca meliputi: 

a. Hujan lebat

b. Banjir

c. Petir

d. Badai

e. Kabut

f. Asap

g. Jarak pandang di bawah standar minimal

h. Kecepatan angin yg melampaui standar maksimal yg mengganggu keselamatan penerbangan.

Faktor lain-lain

Faktor lain-lain adalah faktor yg disebabkan di luar faktor manajemen airlines, teknis operasional dan cuaca, antara yang lain kerusuhan dan/atau demonstrasi di wilayah bandar udara.

Dalam pasal yg sama, dijelaskan seandainya ada keterlambatan yg diakibatkan oleh faktor teknis operasional dan faktor cuaca, badan usaha angkutan udara wajib menginformasikan dengan bukti surat informasi resmi dari instansi terkait.

(Baca juga: “Delayed” dan Aneka Status Penerbangan yg Harus Anda Tahu)

Instansi terkait yg dimaksud adalah otoritas bandar udara dan unit penyelenggara bandar udara apabila keterlambatan disebabkan oleh faktor teknis operasional. Jika keterlambatan disebabkan oleh faktor cuaca, instansi yg bertanggungjawab adalah Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter