Home » Nasional » Sekretaris MA Nurhadi Ajukan Pengunduran Diri

Sekretaris MA Nurhadi Ajukan Pengunduran Diri

JAKARTA, KOMPAS.com – Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi Abdurachman mengajukan pengunduran diri dari jabatannya di MA dan pegawai negeri sipil. Surat pengunduran diri ditujukan ke Presiden Joko Widodo dan Badan Kepegawaian Negara. 

Meski demikian, belum diketahui alasan Nurhadi mengundurkan diri. “Pensiun dini, masih menunggu SK (Surat Keterangan) Pensiun dari BKN dan pemberhentian dari Sekretaris MA oleh Presiden,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur, ketika dikonfirmasi, Kamis (28/7/2016).

Nama Nurhadi menjadi sorotan dalam sejumlah kasus hukum, khususnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan bahwa ia sudah menandatangani Surat Perintah Penyelidikan (Sprinlidik) terkait Nurhadi. Nurhadi diduga terlibat dalam masalah suap yg melibatkan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam fakta persidangan, Nurhadi diduga ikut mengatur masalah hukum sejumlah perusahaan yg berada di bawah Lippo Group.

Saat dikerjakan penggeledahan di kediaman kediaman punya Nurhadi, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen dan uang sebesar Rp1,7 miliar dalam pecahan berbagai mata uang asing.

Penyidik juga menemukan adanya sejumlah dokumen dalam kondisi sobek dan telah berada di kloset. Tidak cuma itu, penyidik juga menemukan sejumlah uang di kloset.

Diduga Terlibat Suap

Nurhadi diduga terkait masalah suap sejumlah masalah yg melibatkan dua perusahaan di bawah Lippo Group. (Baca: Sekretaris MA Diduga Terlibat Perkara Suap Lippo Group)

Hal tersebut terungkap dalam persidangan terkait masalah suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Nama Nurhadi disebut dua saksi yg dihadirkan Jaksa Penuntut dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Salah satunya oleh pegawai bagian legal PT Artha Pratama Anugerah Wresti Kristian Hesti. Dalam persidangan, Jaksa memamerkan barang bukti berupa dokumen berisi tabel penjelasan masing-masing masalah hukum yg dihadapi perusahaan di bawah Lippo Group.

Dokumen dalam bentuk memo itu juga berisi target penyelesaian kasus. Dalam pemeriksaan saksi, diketahui bahwa dokumen tersebut disiapkan Hesti bagi diberikan kepada Presiden Komisaris Lippo Group dan promotor, yg belakangan diketahui sebagai Sekretaris MA, Nurhadi.

“Berdasarkan informasi Pak Doddy (terdakwa), promotor itu maksudnya Nurhadi,” ujar Hesti di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Bongkar Mafia

Penerbitan Sprinlidik atas nama Nurhadimendapat apresiasi dari masyarakat sipil yg tergabung dalam Koalisi Pemantau Peradilan.

Koalisi menilai penerbitan Sprinlidik tersebut yaitu pintu masuk KPK dalam membongkar praktik mafia hukum di lembaga peradilan. (Baca: Penyelidikan terhadap Nurhadi Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk KPK Bongkar Mafia Hukum)

“KPK tidak perlu ragu menaikkan status ke tahap penyidikan seandainya bukti-bukti yg diperoleh telah sangat kuat,” ujar Koordinator YLBHI Julius Ibrani di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (26/7/2016).

Menurut Julius, Pimpinan Mahkamah Agung sebaiknya juga memamerkan komitmen dalam pemberantasan korupsi dengan mendukung KPK menuntaskan penyidikan masalah korupsi di lembaga tertinggi peradilan itu.

Kompas TV Usai 8 Jam Diperiksa, Nurhadi Cuma Diam

 

 

Sumber: http://nasional.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter