Home » Teknologi » Risiko Yang Harus Ditanggung Di Balik Keseruan Bermain Gadget

Risiko Yang Harus Ditanggung Di Balik Keseruan Bermain Gadget

Kebutuhan mulai smartphone dewasa ini memang bukan lagi sebatas bagi bertelepon maupun berkirim pesan. Lebih dari itu ponsel pintar telah mendarah daging dalam rutinitas sepanjang hari. Betapa tidak, akan kebutuhan kamera, mendengarkan musik, hingga bermain game, telah tersaji dalam sesuatu genggaman.

Akibatnya, mata pun tidak luput dari pandangan fokus menatap layar gawai. Lebih lanjut, dampak menatap layar gadget secara terus-menerus ini juga berimbas pada beragam gangguan yg muncul dari dalam tubuh.Menyebabkan Sindrom MetabolikImbas yg paling gampang ditemukan pada seseorang yg kecanduan gadget adalah perilaku hidup yg asal-asalan. Seperti makan sembarangan, kurang tidur, malas olahraga hingga rawan stres. Apabila terjadi dalam waktu lama, ahli kesehatan internasional, Victoria L. Dunckley, MD, menyebutkan bisa memicu terjadinya sindrom metabolik, yg mencakup obesitas, diabetes hingga tekanan darah tinggi.Gampang TersinggungPerilaku introvert akibat terlalu asyik sendiri menatap layar gadget juga bisa memicu seseorang menjadi lebih menutup diri terhadap kehidupan sosial. Hal ini bisa membuat emosi jadi kurang terkontrol. Walhasil, kebanyakan dari maniak gadget milik kencenderungan marah-marah atau mudah tersinggung.Penyusutan OtakTernyata, melihat layar gadget dalam waktu lama bisa menyebabkan perubahan perilaku kognitif. Menurut lansiran Psychology Today, perubahan perilaku tersebut mencakup kecenderungan buat menyendiri, kurang interaksi, jarang bergaul hingga suka melamun. Hal tersebut membuat kinerja otak jadi berkurang, termasuk kemungkinan bagi mengalami penyusutan otak, bilamana dikerjakan dalam kurun waktu lama.Mengganggu Kesehatan MataSebagai organ yg paling aktif bekerja ketika menatap layar gadget, gangguan pada mata memang sulit dihindarkan. Apalagi menurut Profesor Steven Gortmaker, layar gadget memiliki sinar biru yg bisa merusak retina mata. Guru besar sosiologi kesehatan yang berasal Harvard tersebut juga menambahkan, bila sesuatu jam menatap layar gadget sudah dapat membuat mata kering dan lelah.Guna menghindari dampak terburuk, Profesor Steven menggagas konsep 20-20-20. Maksudnya, seandainya telah 20 menit melihat layar, pandanglah objek yg berada pada jarak 20 meter selama 20 detik. Hal ini bisa membuat otot mata tak sampai tegang.Selain itu, mata kering akibat terlalu lama menatap layar juga bisa diatasi dengan obat tetes mata, seperti Braito Tears. Obat tetes mata ini bisa menggantikan air mata, sehingga mampu melumasi dan menyegarkan kembali mata yg kering. Teteskan 1-2 tetes pada kedua mata sebanyak 2-3 kali dalam sehari.
Sumber: http://www.merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter