Home » Nasional » Ormas Pemuda Panca Marga Ikut Laporkan Haris Azhar

Ormas Pemuda Panca Marga Ikut Laporkan Haris Azhar

JAKARTA, KOMPAS.com – Ormas Pemuda Panca Marga (PPM) turut melaporkan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang (Kontras) Haris Azhar ke Bareskrim Polri.

Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Cabang Bekasi Jonly Nahampun mengatakan, pihaknya mengecam Haris atas dugaan pencemaran nama baik yg dikerjakan Haris terhadap instansi Polri, TNI, dan Badan Narkotika Nasional.

“Kami percaya dia (Haris Azhar) bohong. Kami milik bukti-bukti awal sekaligus pernyataan Haris Azhar,” ujar Jonly di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2016).

Laporan tersebut didaftarkan dengan nomor LP/781/VIII/2016/Bareskrim. Jonly mengatakan, seandainya Haris berkata benar, semestinya keterangan yg ia dapatkan dari Freddy Budiman segera dibeberkan beberapa tahun lalu, ketika Haris baru menerima keterangan tersebut.

(Baca: Polisi, BNN, dan TNI Laporkan Haris Azhar ke Bareskrim Terkait Cerita Freddy Budiman)

Jonly meyakini TNI, Polri, dan BNN yaitu instansi yg jauh dari tudingan Freddy dalam percakapan itu.

“Kami percaya Polri juga bersih sesuai aturan dan pekerja masing-masing. Kalau pun ada oknum, ya oknumnya, bukan institusinya,” kata Jonly.

Jonly meminta pihak kepolisian langsung memproses Haris secara hukum. Jonly mengatakan, organisasi pimpinan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana ini tidak terima seandainya instansi tersebut dihujat banyak pihak akibat beredarnya keterangan dari Haris itu.

“Kami telah merasa resah akibat pernyataan Haris,” kata Jonly.

(Baca: Ini Alasan Johan Budi Tak Langsung Sampaikan Cerita Haris Azhar ke Presiden)

Pada Selasa (2/8/2016), Polri, TNI, dan BNN secara bersama-sama melaporkan Haris ke Bareskrim Polri. Haris disangkakan melanggar Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Haris dilaporkan terkait kesaksian dari Freddy Budiman yg menyatakan adanya keterlibatan oknum pejabat Badan Narkotika Nasional, Polri, dan Bea Cukai dalam peredaran narkoba yg dilakukannya.

Menurut Haris, Freddy bercerita bahwa ia hanyalah sebagai operator penyelundupan narkoba skala besar. Saat hendak mengimpor narkoba, Freddy menghubungi berbagai pihak buat mengatur kedatangan narkoba dari China.

(Baca: Budi Waseso: Haris Azhar Harus Bertanggung Jawab)

“Kalau aku mau selundupkan narkoba, aku acarain (atur) itu. Saya telepon polisi, BNN, Bea Cukai, dan orang yg aku hubungi itu semuanya titip harga,” kata Haris mengulangi cerita Freddy.

Freddy bercerita kepada Haris, harga narkoba yg dibeli dari China seharga Rp 5.000. Oleh karena itu, ia tak menolak seandainya ada yg menitipkan harga atau mengambil keuntungan penjualan Freddy.

Oknum aparat disebut meminta keuntungan kepada Freddy dari Rp 10.000 hingga Rp 30.000 per butir.

Kompas TV Kontras Siap Tanggung Jawab soal Cerita Freddy

Sumber: http://nasional.kompas.com

Ormas Pemuda Panca Marga Ikut Laporkan Haris Azhar

JAKARTA, KOMPAS.com – Ormas Pemuda Panca Marga (PPM) turut melaporkan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang (Kontras) Haris Azhar ke Bareskrim Polri.

Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Cabang Bekasi Jonly Nahampun mengatakan, pihaknya mengecam Haris atas dugaan pencemaran nama baik yg dikerjakan Haris terhadap instansi Polri, TNI, dan Badan Narkotika Nasional.

“Kami percaya dia (Haris Azhar) bohong. Kami milik bukti-bukti awal sekaligus pernyataan Haris Azhar,” ujar Jonly di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2016).

Laporan tersebut didaftarkan dengan nomor LP/781/VIII/2016/Bareskrim. Jonly mengatakan, seandainya Haris berkata benar, semestinya keterangan yg ia dapatkan dari Freddy Budiman segera dibeberkan beberapa tahun lalu, ketika Haris baru menerima keterangan tersebut.

(Baca: Polisi, BNN, dan TNI Laporkan Haris Azhar ke Bareskrim Terkait Cerita Freddy Budiman)

Jonly meyakini TNI, Polri, dan BNN yaitu instansi yg jauh dari tudingan Freddy dalam percakapan itu.

“Kami percaya Polri juga bersih sesuai aturan dan pekerja masing-masing. Kalau pun ada oknum, ya oknumnya, bukan institusinya,” kata Jonly.

Jonly meminta pihak kepolisian langsung memproses Haris secara hukum. Jonly mengatakan, organisasi pimpinan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana ini tidak terima seandainya instansi tersebut dihujat banyak pihak akibat beredarnya keterangan dari Haris itu.

“Kami telah merasa resah akibat pernyataan Haris,” kata Jonly.

(Baca: Ini Alasan Johan Budi Tak Langsung Sampaikan Cerita Haris Azhar ke Presiden)

Pada Selasa (2/8/2016), Polri, TNI, dan BNN secara bersama-sama melaporkan Haris ke Bareskrim Polri. Haris disangkakan melanggar Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Haris dilaporkan terkait kesaksian dari Freddy Budiman yg menyatakan adanya keterlibatan oknum pejabat Badan Narkotika Nasional, Polri, dan Bea Cukai dalam peredaran narkoba yg dilakukannya.

Menurut Haris, Freddy bercerita bahwa ia hanyalah sebagai operator penyelundupan narkoba skala besar. Saat hendak mengimpor narkoba, Freddy menghubungi berbagai pihak buat mengatur kedatangan narkoba dari China.

(Baca: Budi Waseso: Haris Azhar Harus Bertanggung Jawab)

“Kalau aku mau selundupkan narkoba, aku acarain (atur) itu. Saya telepon polisi, BNN, Bea Cukai, dan orang yg aku hubungi itu semuanya titip harga,” kata Haris mengulangi cerita Freddy.

Freddy bercerita kepada Haris, harga narkoba yg dibeli dari China seharga Rp 5.000. Oleh karena itu, ia tak menolak seandainya ada yg menitipkan harga atau mengambil keuntungan penjualan Freddy.

Oknum aparat disebut meminta keuntungan kepada Freddy dari Rp 10.000 hingga Rp 30.000 per butir.

Kompas TV Kontras Siap Tanggung Jawab soal Cerita Freddy

Sumber: http://nasional.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter