Home » Nasional » Laporan TNI, Polri, Dan BNN Terhadap Haris Dianggap Tidak Relevan

Laporan TNI, Polri, Dan BNN Terhadap Haris Dianggap Tidak Relevan

JAKARTA, KOMPAS.com – Forum akademisi #KamiPercayaKontras, menilai, aduan yg dilaporkan oleh TNI, Polri, dan BNN ke Bareskrim Mabes Polri terhadap Koordinator Komisi bagi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar tak relevan.

Haris dilaporkan karena diduga melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 11 tahun 2008 dengan melakukan pencemaran nama baik setelah mengatakan cerita keterlibatan oknum TNI, Polri, dan BNN dalam peredaran narkotika.

Haris mengaku mendapat cerita itu dari Freddy Budiman, gembong narkoba yg telah dieksekusi mati. Tri Agus Susanto perwakilan dari Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa, Jogjakarta menjelaskan bahwa apa yg disampaikan haris itu yaitu sebuah keterangan yg seharusnya ditidaklajuti, bukan justru dilaporkan.

Selain itu, lanjut dia, yg membeberkan cerita Freddy Budiman juga jelas, yakni Haris Azhar, aktivis HAM dari Kontras. Kecuali, pihak yg mengatakan serta apa yg disampaikannya itu tak jelas dan tak berdasarkan fakta.

“Jadi mana yg disebut dengan pelanggaran Undang-Undang ITE, jadi tak relevan karena keterangan apapun, seharusnya ditindaklanjuti,” ujar Tri di kantor Sekretariat Perhimpunan Pendidikan Demokrasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/8/2016).

“Tidak mungkin orang yg jelas seperti Haris Azhar melakukan satu yg dikaitkan atau disebut dengan pencemaran nama baik dengan nama besar Kontras menggadaikan namanya dengan hal-hal yg tak substansial. Jadi, tak tepat disebut disebut dengan pelanggaran undang-undang ITE,” tambah dia.

Ia menerangkan, pada dasarnya, seseorang dalam memberikan keterangan itu juga tak melulu harus telah ada bukti, tetapi mampu bermula dari indikasi.

“Bisa yg mencari bukti adalah aparat penegak hukum, karena indikasinya telah disampaikan,” kata dia.

Maka dari itu, lanjut Tri, testimoni uang disampaikan Haris terkait curhatannya Freddy itu dijadikan keterangan bahwa ada oknum di dalam lembaga-lembaga tersebut yg “bermain” dan itu yaitu indikasi.

“Maka oleh Haris dari omongan Freddy Budiman menjadi tugas BNN TNI Polri buat mencari, kalau melaporkan itu reaktif, berlebihan,” kata dia.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter