Home » Travel » Kupi Khop, Sensasi Unik Minum Kopi Di Aceh, Begini Caranya…

Kupi Khop, Sensasi Unik Minum Kopi Di Aceh, Begini Caranya…

BANDA ACEH, KOMPAS.com – Minum kopi dengan sajian dalam gelas (walau aneka bentuk) adalah hal biasa. Coba minum kopi yg sesuatu ini. Disajikan dengan gelas telungkup, bahkan ada sedotannya pula.

Ya, ini adalah sajian kopi dengan gelas terbalik, dapat diminum sambil mengangkat piringnya, dapat juga diminum melalui sedotan. Caranya ditiup terlebih dulu sehingga cairan kopi merembes keluar gelas.

Kopi dengan sajian ini dikenal dengan nama “Kupi Khop” atau dalam bahasa Indonesia berarti “Kopi Tertelungkup”.

Sajian kupi khop sebenarnya dikenal di kawasan Desa Ujung Kareung, Kabupaten Aceh Barat. Tapi sayang, kebiasaan meminum kupi khop di sana akan pudar, dengan merebaknya sajian aneka kopi dengan proses sajian yg lebih modern.

Namun, sajian kupi khop ini menjadi sensasi unik tersendiri cara meminum kopi di Aceh. Kupi khop kini akan dilirik banyak peminum kopi di Kota Banda Aceh. Tak cuma warga lokal tetapi juga wisatawan yg berdatangan ke Banda Aceh.

“Aneh saja cara minum kopi seperti ini, gelasnya terbalik, pakai sedotan dan rasanya tetap kopi. Baru pertama kali menemukan yg begini,” ujar Hendrik, seorang pengunjung yang berasal Jakarta ketika ditemui di Banda Aceh, Senin (25/7/2016).

Hendrik menemukan kopi ini di Warung Kopi Tubruk di Kawasan Batoh, Banda Aceh. “Ada teman aku yg mengajak ke sini, dan seperti cerita dia sebelumnya, ternyata benar ada sensasi unik minum kopi di sini,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Cut Farhani Rizky, pelaku tur wisata di Banda Aceh. Dia mengaku telah pernah mendengar nama kupi khop namun baru kali ini mencobanya.

“Malu juga selaku pelaku tur wisata baru tahu cara minum kupi khop, dan ternyata caranya asyik sekali, tiup sedotannya dan kemudian temukan rembesan kopinya, dahulu minum, gak berasa panas, walau kopinya panas,” ungkap Farha, ketika berkunjung ke Warung Kopi Tubruk Arabica di kawasan Batoh, Banda Aceh.

Aan Risnanda Fahlevi, manager sekaligus pemilik Warung Kopi Tubruk Arabica ini mengaku meskipun nama warungnya Kopi Tubruk Arabica, namun menu andalan dari warung kopi ini adalah kupi khop.

“Ini tidak yang lain bagi melestarikan kebiasaan minum kopi yg populer di kawasan pesisir Aceh Barat. Jadi tradisi ini kami bawa ke Banda Aceh agar tetap lestari dan tak hilang,” jelas Aan.

Dari kisahnya, kupi khop ini bermula dari kebiasaan warga pesisir di Aceh Barat yg minum kopi dalam waktu yg lama. Sekali pesan kopi, diminum seteguk kemudian ditinggal buat bekerja di laut.

“Agar kopi tetap hangat dan tak tercemar debu dan kotoran, makanya gelasnya dibalik, jadi ketika si pemesan kopi tadi kembali setelah memancing ikan di laut, mereka masih dapat menikmati kopinya lagi,” kata Aan.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter