Home » Otomotif » Intim Dengan Motor MotoGP Marquez (1)

Intim Dengan Motor MotoGP Marquez (1)

Bogor, KompasOtomotif – Saat tahu KompasOtomotif adalah salah sesuatu dari delapan media di Indonesia yg diperbolehkan menggeber Honda RC213V-S, atau versi jalan raya dari RC213V tunggangan Marquez-Pedrosa, sesuatu hal yg ada di benak, ini mampu menjadi pengalaman sekali seumur hidup.

Maaf, tak bermaksud ”lebay”, tetapi kenyataannya tunggangan ini adalah ”barang langka”. Cuma diproduksi 200 unit di dunia, dan Indonesia pun cuma kebagian jatah beberapa unit. Harganya, seandainya dijual plus pajak dan biaya lainnya, mampu mencapai Rp 7-9 miliar. Pasti banyak biker yg mendamba.

Kesempatan ini cukup bikin nervous. Apalagi, RC213V-S yg dites di Sirkuit Sentul, Bogor, (22/7/2016) itu telah dipasangi sports kit. Tenaganya pun naik, dari 170 tk menjadi 220 tk. Pengalaman naik moge dibuat rontok karena perasaan grogi yg ternyata dirasakan seluruh rider jurnalis terpilih.

Kami seakan dibuat mundur selangkah duluan karena ”terdorong” aura motor balap dari tunggangan ini. PT Astra Honda Motor (AHM) tahu keadaan ini, dan itulah sebabnya, delapan rider termasuk KompasOtomotif wajib melakukan ”pemanasan” naik Honda CBR1000RR.

Selama total tiga lap KompasOtomotif mengitari satu-satunya sirkuit balap internasional di Indonesia itu. Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT), Dimas Ekky, Gerry Salim, dan Andi Gilang, menjadi pengawal para jurnalis ketika menggeber motor-motor buas itu.

Baca juga: Intim dengan Motor MotoGP Marquez (2)

CBR1000RR sebenarnya telah pernah KompasOtomotif intimi cukup lama di Bali, ketika AHM menggelar sesi test ride sejumlah moge yg dipasarkan di Indonesia. Tiga lap saja telah cukup buat mengingat kembali performa bengisnya.

Hingga datang saatnya giliran menaiki RC213V-S. Para instruktur telah memberikan briefing sebelumnya, bahwa motor ini telah dilengkapi lima mode berkendara, 1 paling buas dengan minimnya campur tangan peranti elektronik, dan 5 bagi yg paling ”sopan”.

Namun pebalap Dimas Ekky yg telah menjajalnya duluan menyampaikan bahwa bedanya tak terlalu banyak. Mode 5 dan 1 mulai terasa pada engine brake ketika pengurangan gigi, di mana semakin besar angka mode-nya, maka semakin terasa engine brake-nya.

KompasOtomotif pun memilih mode tengah, yakni 3. (bersambung)

Baca juga: Intim dengan Motor MotoGP Marquez (3-habis)

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter