Home » Teknologi » Indikasi Kuat Xiaomi Bakal “Comeback” Ke Indonesia

Indikasi Kuat Xiaomi Bakal “Comeback” Ke Indonesia

KOMPAS.com – Vice President Xiaomi, Hugo Barra, memastikan pihaknya tidak bakal meninggalkan pasar Indonesia. Ia menyampaikan Xiaomi sedang dalam proses pemenuhan aturan komponen lokal (Tingkat Kandungan Dalam Negeri – TKDN) yg selama ini menghalangi pihaknya bagi memasarkan smartphone 4G di Tanah Air.

“Kami mulai langsung membawa seri-seri Xiaomi 4G yg selama ini tertahan (ke Indonesia),” kata dia dalam sesi wawancara bersama KompasTekno di Beijing, Oktober 2016.

Tak berselang berapa lama, pada 4 November 2016, smartphone Xiaomi dengan nomor model MI-201631 tercantum pada situs sertifikasi Ditjen SDPPI Kominfo.

Nomor model itu merujuk pada seri Redmi 3S, yakni versi murah dari Redmi 3 yg diluncurkan pada pertengahan 2016 lalu. Pada situs, Redmi 3S berstatus “SP3 Balai Uji”, yg artinya sedang diuji Kominfo.

Baca: TKDN Dibantu Erajaya, Xiaomi Bawa Redmi 3S ke Indonesia?

Lantas, lebih kurang beberapa minggu setelahnya pada 15 November 2016, muncul lagi beberapa smartphone Xiaomi di situs Kominfo. Masing-masing bernomor model 2016117 (Redmi 4A) dan 2016102 yg belum diketahui nama komersilnya.

Baca: Xiaomi Redmi 4A Rp 900.000-an Sedang Diuji di Kominfo

Sama seperti Redmi 3S, beberapa ponsel Xiaomi yg diuji belakangan juga berstatus “SP3 Balai Uji”. Artinya, ketiga smartphone itu telah melewati tiga tahap sebelumnya.

SP3 Balai Uji sendiri berarti dokumen ponsel sedang dievaluasi apakah sesuai dengan syarat masuk pasar Indonesia atau tidak. Tahapan ini memakan waktu maksimal 10 hari. Jika hasilnya positif, tahap selanjutnya adalah pembayaran (SP2) dan penerbitan sertifikasi.

Penuhi TKDN lewat Erajaya?

Informasi yang lain yg tertera pada situs resmi Kominfo menyebutkan, manufaktur buat tiga smartphone Xiaomi yg sedang diuji berada di Indonesia. Artinya, proses perakitan telah melibatkan sumber daya di Tanah Air.

Hal ini sesuai dengan aturan TKDN bagi ponsel 4G buatan vendor asing yg sudah ditetapkan pemerintah. Untuk tahun ini harus memenuhi 20 persen dan tahun depan meningkat jadi 30 persen.

Diduga kuat Xiaomi bakal masuk ke Tanah Air dengan bantuan Erajaya. Distributor ponsel itu selama ini menjadi rekanan Xiaomi dalam memboyong produk-produknya ke Indonesia.

Erajaya sendiri sudah berinvestasi ke PT Satnusa di Batam. Pabrik perakitan ponsel tersebut digandeng Erajaya sebagai pintu masuk vendor global yg enggan membangun pabrik di Indonesia.

Pada 3 November 2016 atau sehari sebelum Redmi 3S muncul di situs Kominfo, Erajaya menyampaikan pada KompasTekno bahwa beberapa vendor global bakal memenuhi TKDN lewat fasilitas di Satnusa.

Namun, Erajaya masih enggan memastikan apakah Xiaomi yaitu salah sesuatu dari beberapa vendor global yg dimaksud.

Baca: Erajaya Bakal Bantu Xiaomi Penuhi TKDN di Indonesia?

Sumber: http://tekno.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter