Home » Trending » Gerakan Anak Muda Jakarta Menjemput Risma Untuk Pilgub DKI

Gerakan Anak Muda Jakarta Menjemput Risma Untuk Pilgub DKI

Gerakan mosi tak yakin terhadap kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mendorong masyarakat memunculkan tokoh alternatif buat memimpin ibu kota lima tahun ke depan. Dalam hitungan beberapa hari terakhir, gelombang dukungan buat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini buat berpartisipasi dalam Pilgub di DKI Jakarta semakin besar dan tidak terbendung.

Pertama dari gerakan Siap Mendukung Tri Rismaharini (Simetris) yg digagas Monang. Dia bersama dua rekannya menilai Risma yaitu calon pemimpin alternatif yg tepat menggantikan Ahok yg tak konsisten berpihak kepada rakyat.”Kami menilai kepemimpinan gubernur ketika ini mengkhianati rakyat kecil,” kata Monang Dalam gelaran acara ‘Deklarasi Dukungan buat Tri Rismaharini’di kawasan Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (30/7).Monang menilai, selain dapat menata pemerintahan dan birokrasi, Risma juga dianggap lebih berpihak kepada rakyat miskin. Hal ini kerap diperlihatkan Risma selama menjalankan tugas sebagai pemimpin Surabaya dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.”Dia mau mendengarkan suara rakyatnya dan bersedia bekerjasama dengan rakyat,” ujarnya.Monang percaya Simetris dan kelompok yang lain yg milik kesamaan misi mulai dapat mendorong Risma maju di Pilkada DKI dan jadi pemimpin ibu kota. Monang mengaku seandainya pihaknya pun telah bersosialisasi, terkait penjemputan Risma agar bersedia maju di Pilgub DKI 2017 mendatang.”Kami selalu bekerja dan bersosialisasi,” ujarnya.Kelompok dukungan berikutnya tiba dari Jaklovers. Senada dengan Simetris, sejumlah anak muda Jakarta yg tergabung dalam Jaklovers juga meminta Risma buat memimpin di DKI Jakarta. Mereka menggelar aksi simpatik dengan membawa sapu lidi sebagai simbol.Koordinator Jaklovers Sherly Annavita mengatakan, Jakarta membutuhkan pemimpin yg cerdas, santun tapi pekerja keras. Selain itu, anak muda juga membutuhkan sosok yg pantas ditiru sikap dan perkataan.Dia menjelaskan alasan membawa sapu lidi sebagai simbol kerja keras dan kebersihan. Tidak cuma menyapu kotoran di jalan, tapi juga menyapu beragam ‘kotoran’ di birokrasi, baik korupsi, dan tindak pelanggaran yang lain yg ujung-ujungnya merugikan rakyat.”Sapu Lidi juga identik dengan Bu Risma yg pekerja keras, merakyat, tapi dunia menghargainya. Dia menjadi Wali Kota terbaik ketiga di Dunia. PBB memberi penghargaan khusus pada Bu Risma,” kata Sherly, kemarin.Meski Risma salah sesuatu pemimpin yg diakui dunia, tapi kesehariannya menyatu dengan rakyat. Wali Kota Surabaya ini juga terus marah seandainya ada menyakiti rakyat dan merusak fasilitas rakyat.”Kami anak muda Jakarta meminta keikhlasan anak muda Surabaya, memanggil Risma, bukan cuma buat menata Jakarta, tapi menata Indonesia,” tutupnya.Baca juga:
Aksi Jaklovers usung Risma jadi Gubernur DKI Jakarta
Jaklovers: Pak Ahok baik, tetapi lebih baik seandainya Bu Risma melanjutkan
Kini, giliran Jaklovers ingin Risma jadi Gubernur DKI Jakarta
Muncul Sandiaga dan Risma, Ahok bilang ‘lawan terberat diri sendiri’
Ahok sebut tiga partai janji biayai kampanyenya
Sanggupkah koalisi gemuk menang melawan Ahok?
Ketika Ahok akan sesumbar tidak butuh PDI Perjuangan
Gerindra bakal berjuang dekati PDIP hingga PKB dan PAN
Pilgub DKI, ini sosok 6 cagub yg dipertimbangkan PDIP

Sumber: http://www.merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter