Home » Travel » Barang “Vintage” Sampai Ramalan Jodoh Ada Di Tempat Nongkrong Ini!

Barang “Vintage” Sampai Ramalan Jodoh Ada Di Tempat Nongkrong Ini!


KOMPAS.com
– “Mau ke mana?” kadang menjadi konflik di kalangan anak muda zaman sekarang, terutama saat akhir minggu tiba. Persoalan ini tidak jarang dipecahkan dengan sahutan “Terserah deh” atau “Bebas saja” yg berujung pada batalnya acara.

Di kota besar seperti Jakarta, pilihan tempat “nongkrong” bagi anak muda umumnya terbatas di mal saja. Padahal, ada berbagai tempat tujuan yang lain seandainya berniat mengulik Ibu Kota, salah satunya adalah pasar malam.

Keberadaan pasar malam cenderung dipandang sebelah mata dan dilupakan oleh muda-mudi, karena citranya yg kampungan dan tertinggal. Namun, hiburan rakyat ini sebenarnya masih banyak ada di sela gedung-gedung tinggi Jakarta.

Pasar malam Kota Tua, misalnya. Di sana, lapak-lapak pedagang digelar sepanjang trotoar Stasiun Kota sampai ke tengah alun-alun Kota Tua. Mereka menjual berbagai jenis barang sehari-hari, akan dari tas sampai sepatu.

Harga yg ditawarkan oleh para pedagang juga bersaing. Jika dapat menawar dengan baik, Anda mulai membawa pulang banyak kantong belanja. Kaus yg diberi banderol Rp 30.000, misalnya, masih mampu ditawar hingga jadi setengah harga.

Bila tak ingin belanja, Anda dapat pula sekadar iseng coba jasa peramal nasib melalui garis tangan. Tebakan mereka mampu menjadi hiburan atau—jika ingin dianggap serius—peringatan agar Anda lebih waspada menjalani hidup.

Siapa tahu juga mampu inspirasi soal jodoh idaman dari sini, kan? Satu lagi, pelayanan para peramal ini diwarnai juga dengan wewangian beraroma unik yg mampu Anda beli pula. Sebelum mereka membaca nasib, umumnya wewangian mulai diusapkan ke tangan Anda.

Thinkstock Pasar malam Kota Tua menjual berbagai jenis barang sehari-hari, akan dari tas sampai sepatu

Vintage, legendaris, sekaligus seru

Asyiknya, Kota Tua gampang dijangkau dengan menumpangi berbagai transportasi umum, seperti kereta, bus Transjakarta, dan angkot. Situs wisata ini juga terhitung strategis, karena ada stasiun dan perhentian bus di dekatnya.

Dagangan di pasar malam baru akan dibuka pada sore hari. Jika ingin berjalan-jalan dari pagi, Anda dapat menghabiskan waktu dengan mengunjungi berbagai museum yg ada di sana.

Di kawasan Kota Tua, setidaknya ada Museum Sejarah Jakarta, Museum Bank Indonesia, dan Museum Bank Mandiri. Cukup menyiapkan Rp 3.000 sampai Rp 5.000 buat tiket masuk ke museum.

Lalu, sekitar pukul tiga atau empat sore, penyewaan sepeda ontel akan dibuka. Anda diizinkan menggunakan sepeda buat berputar-putar Kota Tua dengan membayar Rp 20.000 per 30 menit.

Thinkstock Jika dapat menawar dengan baik, Anda mulai membawa pulang banyak kantong belanja.

Saat perut “keroncongan”, Kota Tua pun milik jawabannya. Kawasan ini menyajikan berbagai makanan yg dijajakan di kaki lima hingga restoran berkelas.

Di sini, Anda bisa menemukan minuman es selendang mayang segar hingga kerak telor yg legendaris. Ada juga kafe seperti Djakarte dan Café Batavia, yg menyajikan suasana bertema vintage ala zaman Belanda dan tentunya beragam pilihan menu lezat.

Di sela kesibukan belanja dan mengitari pasar malam Kota Tua, Anda sebaiknya tak lupa mengabadikan momen. Kelap-kelip lampu hias dari lapak-lapak pedagang berlatar gedung berarsitektur kuno bersiap menjadi background foto atau video yg sayang bagi dilewatkan.

Anda mampu melakukan dua trik bagi mendapatkan hasil foto maksimal pada malam hari yg kondisinya pencahayaannya minim. Salah sesuatu trik itu adalah menyalakan lampu flash dari smartphone teman-teman buat menerangi sekitar lokasi.

Trik lain, Anda bisa mengandalkan fasilitas flash screen pada ponsel ketika selfie. Trik ini dapat ditemukan pada smartphone seperti Samsung Galaxy S7. Fitur ini memakai layar handphone sebagai sumber pencahayaan dan memastikan hasil selfie tetap terang meskipun diambil di lokasi berpencahayaan redup.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter