Home » Olahraga » Bantuan Lapangan Desa Harus Sesuai Prosedur

Bantuan Lapangan Desa Harus Sesuai Prosedur

BANDUNG, Kompas.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ingin memastikan bahwa pemberian bantuan bagi pembangunan atau revitalisasi lapangan olahraga desa dan lapangan pendidikan sesuai dengan prosedur akan dari proses perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan.

Untuk itu, Kemenpora pun menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Sarana dan Prasarana Olahraga dan melakukan verifikasi segera lapangan terhadap desa atau lembaga pendidikan calon penerima bantuan tersebut.

“Kami dari Kemenpora ingin bantuan dijalankan sesuai prosedur dan ketentuan karena segala mulai diaudit BPK. Persyaratan-persyaratan harus dipenuhi dan nantinya juga harus dibuat laporan pertanggung jawaban. Kita tak ingin hal-hal yg tak kami inginkan sebelumnya terulang lagi,” kata Asisten Deputi Standarisasi dan Infrastruktur Olahraga Kemenpora, Samsudin ketika memberikan pengarahan pada acara Bimbingan Teknis Pengembangan Sarana dan Prasarana Olahraga di Hotel Aston, Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/7).

Samsudin menjelaskan, buat tahun 2016, program lapangan desa ditargetkan mencapai 1000 lapangan yg tersebar di semua provinsi di Indonesia. Jumlah tersebut meningkat berlipat dari tahun dahulu yakni 470 lapangan.  Lapangan desa yg diusulkan dapat berupa lapangan sepakbola, bulutangkis, bola voli, futsal atau panjat tebing.

Program 1000 lapangan desa ini menjadi pogram unggulan Kemenpora sesuai dengan salah sesuatu poin Nawa Cita pemerintahan Jokowi-JK yakni membangun Indonesia dari pinggiran, dari pedesaan. “Sebelumnya, bantuan fisik cuma sampai provinsi dan sedikit kabupaten kota. Sekarang, pembangunan mampu dimulai dari desa,” tegas Samsudin yg didampingi Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Olahraga Pendidikan, Edy Suryanto, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Olahraga Prestasi, Anang Kosim dan Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Olahraga Rekreasi, Rinilda.

Tujuan program ini buat meningkatkan peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di bidang keolahragaan dengan semangat gotong royong, meningkatkan prasarana dan sarana olahraga yg layak dan memenuhi standar, serta mengembangkan minat, bakat dan potensi olahraga di daerah. Wilayah timur Indonesia, terutama Papua menjadi salah sesuatu provinsi yg mulai menjadi fokus pemerintah bagi mendapatkan bantuan ini.

Dari 1000 paket lapangan, lanjutnya, tercatat masuk sekitar 5ribu proposal sehingga harus dikerjakan seleksi yg ketat. Selain lapangan desa, Kemenpora juga memberikan bantuan bagi lapangan pendidikan. “Semula Kemenpora mulai menyediakan sekitar 104 paket buat lapangan pendidikan, namun karena ada kebijakan pemotongan anggaran, jadinya cuma 44 lapangan pendidikan,” tambah Samsudin.

Pada kesempatan ini, Samsudin juga mengatakan asas pelaksanaan program nasional bantuan sarana dan prasarana olahraga. Diantaranya efsiensi yakni memakai dana dan daya yg minimum buat mencapai kualitas sasaran dalam waktu yg ditetapkan, atau memakai dana yg ditetapkan bagi mencapai hasil dan sasaran dengan kualitas yg maksimal. Kemudian  Efektif, sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yg sudah ditetapkan serta memberikan manfaaat sebesar-besarnya, dan transparan yg maksudnya dilakasanakan secara terbuka baik pada perencanaan, pelaksanaan maupun pelaporan.

“Dana bantuan sebaiknya digunakan bagi membangun atau merevitalisasi lapangan olahraga desa sehingga mampu segera digunakan. Dana bantuan tersebut jangan digunakan bagi pengurukan lahan. Pengurukan dapat dikerjakan secara swadaya atau gotong royong masyarakat desa,” tambah Samsudin.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Olahraga Pendidikan Kemenpora yg juga Ketua Panitia Bimtek ini Edy Suryanto menyampaikan, digelarnya Bimtek agar calon penerima bantuan lapangan olahraga desa dan lapangan pendidikan mengetahui berbagai kelengkapan administrasi dan syarat yg harus dipenuhi agar mampu mendapatkan bantuan. “Mulai dari persyaratan-persyaratan dalam proses pengajuan sampai pembuatan laporan pertanggung jawaban,” jelasnya.

Bimtek kali ini diikuti oleh sekitar 80 kepala desa dan perwakilan desa serta lembaga pendidikan se-Jawa Barat. Hadir pula perwakilan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat. Setelah kegiatan Bimtek ini, Tim dari Kemenpora yg dipimpin segera Asisten Deputi Standarisasi dan Infrastruktur Olahraga Kemenpora,  melakukan verifikasi lapangan ke desa-desa dan lembaga pendidikan calon penerima bantuan di provinsi Jawa Barat.

“Verifikasi kami akan dari Jawa Barat sebagai provinsi terdekat dari Jakarta. Setelah Jawa Barat, verifikasi mulai kita lakukan ke provinsi-provinsi yang lain di semua Indonesia,” tutur Samsudin.

Sumber: http://olahraga.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter