Home » Teknologi » Bagaimana Nasib Kloningan Domba Dolly Saat Ini?

Bagaimana Nasib Kloningan Domba Dolly Saat Ini?

20 Tahun lalu, tepatnya tahun 1996, dunia sains gempar dengan berita berhasil dikembangkannya seekor domba kloning bernama Dolly. Dengan cepat, nama Dolly mendadak jadi superstar tidak cuma di dunia sains, namun di media.

Domba tersebut adalah mamalia pertama yg sukses dikloning dari sel domba dewasa. Penemuan mutakhir ini mengantar kalian pada era sekarang di mana berbagai mamalia seperti anjing dan kuda telah dapat dikloning.Namun jalan berliku harus dialami Dolly sebelum akhirnya penelitian ini sempurna. Hal ini dikarenakan DNA sang domba cuma memperlihatkan bahwa ia mulai berumur pendek, tidak lebih dari setahun. Meski Dolly bisa bertahan hingga lebih dari setahun, di umur lima tahun ia terserang penyakit arthritis, yg membuat sendi-sendinya membengkak. Hingga ketika ini tak diketahui apakah penyakitnya ini dikarenakan dia hanyalah seekor domba kloning.Akhirnya, di tahun 2003 Dolly meninggal karena virus yg menyebabkan arthritis tersebut pada umur 6 tahun. Dolly cuma hidup dengan usia separuh angka harapan hidup domba pada umumnya.Namun sebelum meninggal para peneliti ternyata masih berambisi buat membuat kloning dari sel punya Dolly. Hal tersebut berhasil terjadi di tahun 2007 ketika peneliti dari University of Nottingham berhasil melahirkan 10 ekor Domba yg akhirnya disebut “Nottingham Dolly” tersebut.Dilansir dari Tech Insider, kesepuluh keturunan kloning domba dolly tersebut tidak semuanya bertahan. Hanya tersisa empat ekor domba bernama Debbie, Denise, Dianna dan Daisy. Mereka dipelihara dan dikembangkan bersama domba kloning dan domba biasa yang lain di sebuah peternakan di Kampus University of Nottingham.Domba-domba yg kini berumur 9 tahun ini dalam kondisi sehat, dan sampai ketika ini masih dipantau metabolisme, kardiovaskular, serta kesehatan otot dan berbagai gangguannya, mengingat lalu Dolly terserang virus di persendiannya. Dolly yg memang mengalami penuaan dini di area persendian, ternyata tidak menurunkan gen tersebut ke 4 domba ini.Ilmuwan memang mengabdikan diri buat meneliti bagaimana pengembangan gen mampu mengalami penuaan dini di area tertentu dari sang hasil kloning. Berbagai faktor seperti faktor epigenetik dan mencari tahu bagaimana cara kerja gen terhadap kehidupan organisme.Akhirnya domba-domba yg dikloning dengan cara yg sama dengan Dolly, yakni ‘somatic-cell nuclear transfer’ ini, berhasil hidup hingga 9 tahun dan masih sehat hingga sekarang. Tak cuma itu, gaya hidup dari para Nottingham Dolly ini ternyata cukup mewah. Karena fasilitas tempat tinggal dan makanan tersedia dengan melimpah. Tak heran mereka masih tetap kelihatan sehat dan gemuk.Baca juga:
Peneliti sebut susu kecoak mengandung nilai gizi tinggi
Ini yg terjadi pada tubuh manusia ketika kesetrum
Foto satelit jadi saksi kemunculan danau ‘darah’ di Iran
Tingkatkan inovasi, UI gelar konferensi internasional secara maraton
Jangan percaya, ini 5 mitos seram hiu yg ternyata salah kaprah

Sumber: http://www.merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter