Home » Teknologi » Agar Pemain “Pokemon Go” Tidak Jenuh

Agar Pemain “Pokemon Go” Tidak Jenuh

KOMPAS.com – Beberapa orang menganggap Pokemon Go cuma soal mencari dan memperkuat monster-monster liar, mengumpulkan poin, dan memenangkan pertarungan. Seorang pria yang berasal Brooklyn, AS, bahkan mengaku sudah menyelesaikan game itu dengan menangkap 142 Pokemon di negaranya.

Pertanyaan besarnya, “setelah ini apa?”. Kejenuhan pemain sepertinya sudah diantisipasi Niantic Labs selaku studio pengembang game fenomenal tersebut. Sang CEO, John Hanke mengungkap rencana lanjutan Pokemon Go dalam ajang Comic-Con di San Diego, AS.

Prioritas Hanke adalah memperbaiki permasalahan teknis. Ia meminta maaf karena server Pokemon Go belum dapat menampung hasrat bermain segala orang. Ia pun berjanji timnya bakal menuntaskan persoalan itu sebelum memperkenalkan pembaruan lebih lanjut.

“Setelah generasi pertama, ada hal yang lain yg mulai langsung masuk ke game,” kata Hanke, sebagaimana dilaporkan TheVerge dan dihimpun KompasTekno, Senin (25/7/2016).

“Kami selalu mencari cara-cara menarik yg mulai direalisasikan dalam dua bulan dan tahun ke depan,” ia menambahkan.

Hanke tidak mengungkap tanggal pasti pembaruan Pokemon Go. Yang jelas, pembaruan itu berkenaan dengan penambahan fungsi Pokestop, penambahan monster-monster Pokemon langka, serta memperkuat fungsi tim.

Pokestop jadi Pokemon Center

Saat ini Pokestop menjadi tempat persinggahan bagi mengumpulkan item-item bermanfaat, akan dari Pokeball, Revive, Potion, Lure Module, hingga Lucky Egg. Ke depan, Pokestop tidak hanya jadi wadah item semata.

“Ide yg baik saat pemain dapat mengumpulkan item dan mengubah fungsi Pokestop sekaligus tidak mengurangi kemampuannya,” Hanke menjelaskan.

Salah sesuatu fungsi tambahan Pokestop adalah menjadi Pokemon Center. Seperti pada cerita di video game Pokemon yg sudah-sudah, Pokemon Center yaitu tempat menyembuhkan Pokemon yg terluka pasca bertarung.

Saat ini memang pemain dapat menyematkan Revive atau Potion pada Pokemon yg cedera. Namun, Pokemon Center dikatakan bakal lebih detil soal proses penyembuhan para monster.

Selain itu, ada juga ide bagi menambahkan fitur perdagangan (trading) dan pelatihan (training) Pokemon. Pembiakkan Pokemon pun sedang didiskusikan oleh tim penggodok Pokemon Go.

Tim mulai lebih penting

Dalam debut peluncurannya, pemimpin atau leader tim Pokemon Go cuma digambarkan sebagai siluet. Masing-masing membawa “harga diri” tim merah, kuning, dan biru. Hanke hendak memperkuat solidaritas tim dengan memperkenalkan karakter-karakter leader.

Dalam acara Comic-Con, Hanke pun memperkenalkan tiga leader tersebut. Tim Valor yg bernuansa merah dipimpin Candela. Tim Mystic yg membawa warna biru dinakhodai Blanche. Terakhir, tim Instinct dengan tema kuning dikepalai Spark.

Hanke mengakui secara jujur bahwa ketiga tim baru diluncurkan sekarang karena desain karakter mereka belum bersiap ketika Pokemon Go dirilis. Ke depan, tiap leader bakal memberikan nasihat yg berguna buat pemain bagi bertarung.

Lebih banyak Pokemon langka

Hanke menegaskan bahwa masih banyak telur-telur Pokemon langka yg belum menetas. Ada juga dua macam Pokemon langka yg sama sekali belum menampakkan diri dan bakal langsung dirilis.

Hanya saja, lagi-lagi Hanke masih nyaman bermain teka-teki. Pria yg melalui proses 20 tahun bagi menciptakan Pokemon Go tersebut belum mau terbuka soal tanggal pasti.

Para penggila Pokemon Go tentu telah tidak sabar menanti pembaruan game tersebut. Kita tunggu saja kapan omongan-omongan Hanke dapat dibuktikan. 

Sumber: http://tekno.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter