Home » Nasional » 130 Pengacara Siap Bela Haris Azhar

130 Pengacara Siap Bela Haris Azhar

JAKARTA, KOMPAS.com – Koordinator Komisi buat Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar sudah menunjuk Luhut Pangaribuan sebagai kuasa hukum dalam menghadapi laporan yg dilayangkan Polri, TNI dan Badan Narkotika Nasional (BNN) ke Bareskrim.

Namun, tidak cuma Luhut, ada ratusan pengacara yang lain yg bersiap menolong Haris dalam menghadapi gugatan itu.

“Ada 130 pengacara yg secara spontan ikut memberikan perhatian, perlindungan dan bantuan mana kala terjadi satu yg tak benar kepada saudara Haris,” kata Luhut di Kantor Seknas Peradi, Senin (8/8/2016).

(Baca: Todung Mulya Lubis Sejajarkan Haris Azhar dengan Munir di Era Soeharto)

Luhut yg juga menjabat Ketua Umum Peradi itu mengungkap, pengacara yg memberikan bantuan kepada Haris tidak cuma berasal dari Peradi. Organisasi advokat yang lain pun turut serta memberikan bantuan itu. 

“Advokat ini peduli terhadap pemberantasan narkoba. Tanpa melihat dari organisasi dimana mereka bernaung, bahkan Presiden menganggap persoalan narkoba ini adalah persoalan yg serius,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejauh ini belum ada tindakan apapun yg ditempuh Polri, TNI maupun BNN terhadap Haris. Kendati demikian, ia menegaskan, seandainya pihaknya bersiap mendampingi Haris apabila dirinya mulai dipanggil buat dimintai keterangan.

Haris Azhar dilaporkan dengan tuduhan pencemaran nama baik setelah mengatakan cerita Freddy Budiman, gembong narkoba yg telah dieksekusi mati.

Haris menyebut, ada peran ketiga instansi itu di balik bisnis yg dijalankan Freddy. Informasi itu diberikan Haris berdasarkan informasi yg diberikan Freddy 2014 silam.

Bongkar Mafia Narkoba 

Dalam kesempatan itu, Haris mengucapkan terima kasih kepada para pengacara yg berniat membantu. Menurut dia, tidak cuma pengacara yg berdomisili di Jakarta yg ingin memberikan bantuan, tapi juga pengacara dari daerah lain.

“Ada temen dari Aceh, Poso, Papua, Makassar. Bakan ada dari Makassar itu 30 nama bersiap bergabung,” ujar Haris.

Menurut Haris, ketika ini yaitu waktu yg tepat buat mengungkap bisnis gelap narkoba yg teradi dua waktu terakhir.

Ia beralasan, seandainya informasi Freddy diungkap tahun 2014, maka keterangan itu cuma mulai dianggap angin lalu.

(Baca: Pelaporan Haris Azhar, Pesan Salah ke Publik dalam Upaya Pemberantasan Narkoba)

Sebab, publik dan aparat penegak hukum ketika itu tengah sibuk dengan perayaan Pemilu dan Pilpres 2014. Sementara itu, seandainya diungkap tahun berikutnya, ia menilai, pemerintah belum bersiap lantaran masih dalam masa transisi.

Polemik antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polri yg terjadi, menjadi salah sesuatu indikasi seandainya pemerintah masih perlu melakukan pembenahan.

“Karena itu, setelah seluruh selesai, ini yaitu waktu yg tepat bagi mengungkap mafia narkoba yg menggurita,” tandasnya.

Kompas TV Kapolri: Pengawasan Internal, Penyidikan Internal

Sumber: http://nasional.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter